CCED Universitas Lampung | Scholarship Talkshow Tutup Begawi Karier 2016
16219
single,single-post,postid-16219,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-7.7,wpb-js-composer js-comp-ver-4.7.4,vc_responsive

Scholarship Talkshow Tutup Begawi Karier 2016

Tim Begawi Karier 2016

14 Nov Scholarship Talkshow Tutup Begawi Karier 2016

BANDARLAMPUNG – Begawi Karier resmi ditutup Minggu (13/11) petang oleh Ketua Center for Career and Entrepreneurship Development University of Lampung (CCED Unila) Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. di Gedung Serba Guna (GSG) Unila. Dalam sambutannya Ayi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam mensukseskan even yang digelar pihaknya.

“Saya mengucapkan terima kasih, baik kepada seluruh perusahaan atau institusi yang menjadi partisipan dalam Begawi Karier 2016 ini. Juga kepada seluruh media partner dan panitia yang turut mensukseskan kegiatan kita bersama,” ujar Ayi.

Sebelum menutup even tersebut, CCED menggelar Scholarship Talk Show yang dipandu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila, Naufal A. Caya, sebagai moderator dengan mengundang perwakilan dari Generasi Baru Indonesia (GenBI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Perwakilan LPDP, Deni Burhasan, dalam paparanya ia membagikan sejumlah pengalamannya dalam meraih beasiswa dari LPDP. Alumni Unila yang Juni 2017 mendatang akan berangkat lanjut pendidikan di University of Southern California, US ini mengatakan, sejak 2013 hingga 2014 terdapat sekitar 70-an penerima beasiswa LPDP asal Lampung. “ Ada 18 ribu kuota yang disediakan LPDP, untuk itu saya berharap ada banyak lagi putra daerah Lampung yang lanjut studi dengan beasiswa LPDP yang dananya berasal dari dana abadi, seperti pajak,” ungkap pria yang pernah mengikuti Young Southeast Asia Leaders Initiative (YSEALI) Summit di Laos, September 2016 lalu.

Sementara itu, Ketua Komisariat GenBI Unila sekaligus Bendahara GenBI wilayah Lampung, Zupika Andina, menjelaskan GenBI dibentuk di kampus yang terdapat mahasiswa penerima beasiswa dari Bank Indonesia (BI). “GenBI dibentuk sebagai sarana pengembangan kepemimpinan mahasiswa dalam rangka akselerasi dan optimalisasi potensi pemuda dengan harapan dapat melahirkan future leader yang memiliki kemampuan serta wawasan yang lebih luas dan komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan dunia dimasa depan,” paparnya

Di akhir Talk Show, Naufal menyimpulkan kendala utama yang dihadapi para mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri adalah minimnya skill berbahasa Inggris. “Padahal English Skills ini penting, apalagi kita sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Selain itu, saya juga menginginkan mereka yang telah mendapatkan beasiswa itu pulang kembali untuk membangun kampong halamannya. Jangan ada pepatah daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu negeri sendiri,” harapnya. (rilis)

No Comments

Post A Comment

wordpress theme powered by jazzsurf.com