CCED Universitas Lampung | Gandeng Bukalapak-JNE, CCED Gelar Seminar Kewirausahaan 'Mudahnya jadi Jutawan di Era Digital'
Gandeng Bukalapak-JNE, CCED Gelar Seminar Kewirausahaan 'Mudahnya jadi Jutawan di Era Digital'
Gandeng Bukalapak-JNE, CCED Gelar Seminar Kewirausahaan 'Mudahnya jadi Jutawan di Era Digital'
19861
single,single-post,postid-19861,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-7.7,wpb-js-composer js-comp-ver-4.7.4,vc_responsive

Gandeng Bukalapak-JNE, CCED Gelar Seminar Kewirausahaan ‘Mudahnya jadi Jutawan di Era Digital’

Gagal

03 Mei Gandeng Bukalapak-JNE, CCED Gelar Seminar Kewirausahaan ‘Mudahnya jadi Jutawan di Era Digital’

Sebagai upaya menjaga kelangsungan program Gerakan Seribu Wirausaha Universitas Lampung (Gabuwira UniLa) yang telah dimulai pertengahan 2015 lalu, UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Lampung kembali menggelar seminar kewirausahaan.

Agenda bertajuk “Mudahnya jadi Jutawan di Era Digital” diadakan di Ruang Sidang Lantai II Rektorat Universitas Lampung pada Kamis (03 Mei 2018). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaaan dan Alumni Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si..

Merujuk tema besar penyelenggaraan kegiatan “BukaLapak and JNE Goes to Campus” ini, panitia seminar kewirausahaan menggandeng perusahaan jasa pengiriman barang JNE dan perusahaan jasa penjualan barang berbasis online BukaLapak. Turut hadir Manager Regional BukaLapak Leyana Riesca Ariesta dan Pimpinan JNE Lampung Ahmad Junaedi, yang didapuk sebagai narasumber acara.

Kepala UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. menuturkan, agenda ini terselenggara berkat kerja sama antara UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (CCED) Universitas Lampung dengan Komunitas BukaLapak Lampung.

CCED, kata Ayi, bertugas melaksanakan pengembangan karier dan kewirausahaan. Dalam target kerja Kami, CCED memiliki misi atau paradigma bahwa hanya terdapat tiga kemungkinan bagi mahasiswa Universitas Lampung. Pertama, lulus dan menjadi profesional. Kedua, jika dia mampu maka menjadi entrepreneur yang bisa memotori dan menggaji orang lain, dan ketiga melanjutkan sekolah.

“Tidak boleh ada yang keempat yakni jobless,” tegas Ayi.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan adalah satu-satunya solusi bagi lulusan Universitas Lampung yang hingga saat ini masih mencari pekerjaan. Sebagai contoh pada kegiatan campus hiring, dari seribu pelamar yang mendaftar hanya sekitar sepuluh orang yang diterima. “Artinya, sangat banyak alumni universitas yang tidak memperoleh pekerjaaan. Kami tidak ingin generasi bangsa menemui fase ketidakpastian,” lanjutnya.

Ayi berharap, entrepreneur menjadi pekerjaan yang dijalankan secara profesional. Oleh karena itu, melalui kerja sama dengan BukaLapak dan JNE, mahasiswa diharapkan mendapat inspirasi dan motivasi lewat success story yang dimiliki dua perusahaan ini. Ia pun berharap, mahasiswa yang memiliki business plan baik, bisa mendapat dukungan dari dua perusahaan ini agar maju dan berkembang.

Senada dengan Ayi, Prof. Dr. Karomani, M.Si. menambahkan, Universitas Lampung di masa yang akan datang harus membekali para mahasiswa dengan kemampuan kewirausahaan. Terlebih saat ini dengan diterapkannya revolusi industri 4.0 telah banyak menggilas orang.

“Kasir di supermarket sudah tidak ada lagi. Setiap orang bisa membayar lewat ponsel dan internet. Bahkan di Jepang sudah mulai menggunakan kendaraan tanpa driver. Semuanya berbasis data. Maka, Universitas Lampung tidak cukup hanya berbasis penelitian tapi kewirausahaan. Ini menjadi tugas pimpinan untuk memantau lulusan Universitas Lampung agar tidak jobless,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Bagian Kemahasiswaan, dan Wakil Dekan III FKIP, dan puluhan mahasiswa Universitas Lampung.

[Hisna Cahaya / Inay _ Humas]

No Comments

Post A Comment

wordpress theme powered by jazzsurf.com